Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua terus memperkuat komunikasi publik melalui program Dialog Interaktif Polisi Menyapa yang disiarkan secara langsung dari Studio LPP RRI Jayapura, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan dialog yang mengangkat tema “Rangkaian Kegiatan Polri Presisi Menjelang Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026” tersebut menghadirkan Ka Setum Polda Papua AKBP Rudolf Yabansabra, S.H., M.H., dan Tokoh Masyarakat Papua, Denny A. Wafumilena, sebagai narasumber. Dialog dipandu oleh presenter RRI Jayapura, Naldi Kesaulya.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjannah, S.Sos., M.M., pendamping narasumber dari Bid Humas Polda Papua.
Dalam dialog tersebut, AKBP Rudolf Yabansabra menjelaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momentum bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui implementasi konsep Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis.
“Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Papua akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2026 di Mapolda Papua Baru Koya Koso dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari upacara, parade, syukuran hingga kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat,” ujar AKBP Rudolf.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Polda Papua telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial berupa pembagian paket sembako, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, bakti kebersihan lingkungan, anjangsana kepada purnawirawan Polri dan warakawuri, bakti religi di rumah-rumah ibadah, serta berbagai turnamen olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, tenis lapangan, mini soccer, dan domino.
Selain itu, Polda Papua juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pelestarian budaya lokal serta dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Menurut AKBP Rudolf, pembinaan mental dan rohani bagi anggota Polri juga menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme dan integritas personel agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Perubahan yang baik harus dimulai dari internal organisasi. Oleh karena itu pembinaan mental dan rohani terus dilakukan sehingga anggota Polri memiliki moral, etika, dan integritas yang baik dalam melaksanakan tugas,” jelasnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Papua, Denny A. Wafumilena, memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, serta pendekatan humanis yang dilakukan Polri memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami melihat berbagai kegiatan yang dilakukan Polri sangat positif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Harapan kami, program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua,” ungkap Denny.
Pada kesempatan tersebut, AKBP Rudolf juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui kolaborasi antara Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kemitraan dengan Polri, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Menutup dialog, kedua narasumber mengajak masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang maupun setelah peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar